Spanyol Apes

Kiper Spanyol Iker Cassilas bereaksi setelah gawangnya dibobol oleh Belanda dalam pertandingan sepak bola Grup B Piala Dunia 2014 di Fonte Nova arena, Salvador, Brazil, Jumat (13/6) lalu. Sempat memimpin 1-0, Spanyol akhirnya kalah 1-5 dari Belanda. ANTARA FOTO/REUTERS/Marcos Brindicci

Media Spanyol marah dan meratapi lepasnya dominasi Timnas

Media massa Spanyol meratapi sekaligus mencerca tersingkirnya timnas negara mereka yang adalah juara bertahan Piala Dunia, dari Piala Dunia 2014 di Brasil menyusul kekalahan 0-2 dari Chile dini hari tadi. “Kekeliruan dunia”, tulis headline edisi online harian konservatif El Mundo yang membandingkan angkat kaki cepatnya La Roja dengan penobatan Raja Felipe VI dalam tahta Kerajaan Spanyol.
Kiper Spanyol Iker Cassilas bereaksi setelah gawangnya dibobol oleh Belanda dalam pertandingan sepak bola Grup B Piala Dunia 2014 di Fonte Nova arena, Salvador, Brazil, Jumat (13/6) lalu. Sempat memimpin 1-0, Spanyol akhirnya kalah 1-5 dari Belanda. ANTARA FOTO/REUTERS/Marcos Brindicci
Kiper Spanyol Iker Cassilas bereaksi setelah gawangnya dibobol oleh Belanda dalam pertandingan sepak bola Grup B Piala Dunia 2014 di Fonte Nova arena, Salvador, Brazil, Jumat (13/6) lalu. Sempat memimpin 1-0, Spanyol akhirnya kalah 1-5 dari Belanda. ANTARA FOTO/REUTERS/Marcos Brindicci
“Gagal!”, tulis harian olah raga terbesar di Spanyol, Marca, setelah dua gol Eduardo Vargas dan Charles Aranguiz, memupus impian Piala Dunia Spanyol.
“Perpisahan menyedihkan untuk juara dunia,” tulis koran itu lagi.
“Spanyol sekali lagi memberi gambaran sangat buruk, didominasi oleh tim Chile yang hampir tidak menciptakan peluang,” ulas Marca.
“Pada babak pertama Vargas dan Aranguiz memperlihatkan kekurangan sebuah tim yang berseru keras-keras tentang pergantian generasi,” sambung koran tersebut.
“Tim Vicente del Bosque tidak saja tak memberi lebih untuk sepak bola tapi juga kebugaran fisik,” ulasnya lagi.
Sedangkan harian olah raga pesaingnya, AS, menurunkan headline, “Selamat tinggal Piala Dunia. Spanyol tidak bereaksi dan menjadi tim pertama yang tereliminasi.”
Sementara itu  Pelatih Spanyol, Vicente del Bosque sendiri tak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah tim juara bertahan besutannya itu tersingkir dari Piala Dunia 2014 usai kalah 2-0 dari Chile di Rio de Janeiro, Brasil, Kamis pagi WIB.
“Ini hari yang menyedihkan bagi kami semua,” kata del Bosque setelah Spanyol masih nol poin dari dua laga yang sudah dijalani di Grup B, setelah sebelumnya juga menelan kekalahan 5-1 dari Belanda di laga perdana mereka, Sabtu (14/6) pagi WIB.
Pertandingan terakhir Spanyol melawan Australia yang juga sudah tersisih tidak mungkin menolong mereka karena Belanda dan Chili memiliki nilai enam. “Kami meminta maaf karena sudah gagal (namun) sekarang terlalu dini untuk menganalisa ke arah mana kami selanjutnya.”
Ia juga mengakui timnya tampil inferior baik kala melawan Belada maupun Chile.
“Mereka mencetak gol dan memberikan tugas berat yang sulit kami penuhi. Kami terlalu lemah di babak pertama dan tidak mampu bereaksi dengan baik di babak kedua,” katanya.
“Gol pertama membuat mereka di atas angin dan mereka sukses menaklukkan kami.”
Sementara itu, pelatih Chile Jorge Sampaoli, mengutarakan kebanggaan atas tim besutannya mampu mengamankan tempat di babak 16 besar bersama Belanda.
“Saya bangga dengan cara kami bermain dan menaklukkan juara dunia. Itu kemenangan besar melawan tim besar,” katanya, demikian AFP.
5 Fakta era dominasi Spanyol
Inilah lima fakta mengenai era kepenguasaan Spanyol sebagai tim nomor satu dunia yang lepas dan disesalkan oleh rakyat dan media massa Spanyol setelah sang juara bertahan itu kalah 0-2 dari Chile.
Inspirasi Aragones
Dilatih oleh mendiang pelatih tidak ortodoks Luis Aragones, Spanyol menyatakan dirinya sebagai kekuatan baru di dunia sepak bola setelah tidak terkalahkan selama Piala Eropa 2008 dan mengakhiri penantian 44 tahun tanpa juara turnamen besar.
Pencipta rekor
Mencetak rekor 35 pertandingan tanpa kalah, termasuk rekor 15 menang berturut-turut, dari 2006 sampai 2009, diakhiri oleh Amerika Serikat pada Piala Konfederasi di Afrika Selatan.
Menang dan kalah
Bersaama pelatih Vicente del Bosque, Spanyol kembali ke Afrika Selatan pada 2010 dan kendati kalah 0-1 pada laga pembuka dari Swiss, Spanyol melaju menjadi tim Piala Dunia di luar Brasil yang menjuarai Piala Dunia di luar benua asalnya.
Mempertahankan juara Piala Eropa
Pada 2012 Spanyol menjadi tim pertama yang sukses mempertahankan juara Piala Eropa setelah menghajar Italia 4-0 di final.
Dominasi Spanyol-Barcelona
Kebangkitan Spanyol sebagai superpower sepak bola sejalan dengan dominasi Barcelona di tingkat Eropa dengan mengaplikasikan pola main tiki-taka. Aragones dan del Bosque, keduanya mantan pelatih Real Madrid, mengandalkan playmaker Barcelona Xavi. Begitu Barcelona meredup, maka meredup pula Spanyol.

Komentar

Postingan Populer