Kutukan Juara Bertahan berlanjut

Italia vs Slovakia

Spanyol jadi juara bertahan kelima yang tersingkir di babak putaran grup dalam sejarah Piala Dunia

Spanyol melanjutkan tren buruk di Piala Dunia 2014 dengan menelan kekalahan kedua saat menghadapi Cili. Setelah sebelumnya dibantai Belanda dengan skor telak 1-5, Kamis (19/6) dini hari tadi giliran Cili yang mengandaskan Iker Casillas cs. dengan skor 2-0. Spanyol pun dipastikan tersingkir lebih cepat.
Penjaga gawang Spanyol Iker Caillas gagal menyelamatkan gawang yang dikawalnya dalam pertandingan Grup B Piala Dunia 2014 antara Spanyol berhadapan dengan Chile di Stadion Maracana, Rio d Janeiro.
Penjaga gawang Spanyol Iker Caillas gagal menyelamatkan gawang yang dikawalnya dalam pertandingan Grup B Piala Dunia 2014 antara Spanyol berhadapan dengan Chile di Stadion Maracana, Rio d Janeiro.
Tersingkirnya Spanyol setelah hanya melakoni dua pertandingan tentu mengejutkan penggemar bola. Maklum saja, sejak menjuarai Euro 2008 Tim Matador seolah mendominasi sepak bola dunia baik di level timnas maupun klub. Setelah menjadi juara di Swiss-Austria, selanjutnya Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010, dilanjutkan dengan gelar juara Euro 2012.
Menariknya, Spanyol menjadi juara di berbagai event internasional setelah mengalami hasil buruk di partai pembuka kompetisi. Di Piala Dunia 2010, misalnya, Spanyol secara mengejutkan dikalahkan sesama kontestan asal Eropa, Swiss, dengan skor tipis 0-1 di partai pertama Grup H. Lalu di Euro 2012, Spanyol berbagi angka 1-1 dengan Italia di partai pertama Grup C.
Tak heran saat Spanyol dibantai 1-5 oleh Belanda di partai pertama Grup B, fan Spanyol masih bersikap optimistis negaranya bisa melanjutkan tren di dua kompetisi terakhir. Bek Liverpool asal Spanyol, Luis Enrique, menulis status bernada optimisme di akun Twitter-nya, “Di Afrika Selatan kami juga kalah dari Swiss di partai pertama. Ayo, Spanyol!”
Di Brasil sendiri Spanyol sejatinya masuk unggulan sebagai juara, bersama-sama tuan rumah dan jagoan Amerika Selatan lainnya, Argentina. Namun, rupanya tuah benua Amerika Selatan masih ampuh untuk mencegah tim Eropa menjadi juara. Hanya dalam tempo 2×90 menit saja Spanyol sudah dipastikan tersingkir dan harus pulang lebih cepat. Lebih sadisnya lagi, gawang Iker Casillas kebobolan 7 kali hanya dalam dua pertandingan tersebut. Padahal total gol yang masuk ke gawang Spanyol saat menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010 dan Euro 2012 tak sampai sebanyak itu.
Spanyol pun menjadi juara bertahan kelima yang langsung tersingkir di babak penyisihan grup sepanjang sejarah Piala Dunia. Siapa saja negara-negara lainnya? Ini dia…
Italia di Piala Dunia 1950
Piala Dunia sempat dihentikan penyelenggaraannya menyusul pecahnya Perang Dunia I dan II sepanjang periode 1940-an. Akibatnya, Italia yang menjuarai Piala Dunia 1934 dan 1938 harus menunggu selama 12 tahun bisa mempertahankan gelar juaranya. Malang, alih-alih mendapat trofi ketiga, Gli Azzuri justru langsung tersingkir di babak grup pada Piala Dunia 1950, kompetisi pertama usai Perang Dunia II.
Di Piala Dunia yang juga dihelat di Brasil ini, Italia tergabung di Grup C bersama Swedia dan Paraguay. Salah satu grup mudah sebenarnya, karena Grup C menjadi satu-satunya grup di Piala Dunia 1950 yang hanya berisi tiga negara. Tambahan lagi, lawan-lawan Italia di atas kertas bukanlah tandingan sang juara bertahan.
Eh, kejutan terjadi. Di partai pertama Italia malah dikalahkan Swedia dengan skor ketat 3-2. Italia bahkan telah berada di bawah tekanan sejak di babak pertama yang berakhir 1-2. Di pertandingan selanjutnya, Italia memang sukses mengalahkan Paraguay dengan skor 2-0. Namun poin yang dimiliki Italia masih kalah dari Swedia yang akhirnya menjadi wakil Grup C di babak selanjutnya.
Brasil di Piala Dunia 1966
Brasil menjadi juara Piala Dunia 1962. Namun saat menjadi kontestan di negara yang mengklaim sebagai tanah tempat lahirnya sepak bola, Inggris, Brasil menjadi pecundang dan langsung pulang kampung setelah kalah bersaing dengan dua jagoan Eropa ketika itu, Portugal dan Hungaria.
Di Piala Dunia 1966, Brasil tergabung di Grup C bersama Portugal, Hungaria dan Bulgaria. Waktu itu tak ada aturan pengundian yang membuat satu grup diisi oleh kontestan dari berbagai konfederasi. Brasil memulai kompetisi dengan baik, mengalahkan Bulgaria dengan skor 2-0. Namun dua pertandingan selanjutnya jadi tiket pulang buat Brasil.
Di partai kedua menghadapi Hungaria, Brasil dibuat bertekuk lutut dengan skor 1-3. Gol-gol dari Ferenc Bene (2′), Janos Farkas (64′) dan Kalman Meszoly (72′) hanya mampu dibalas satu gol Tostao di menit ke-14. Skor serupa terulang saat menghadapi Portugal. Dua gol Eusebio (27′ dan 85′) plus satu lagi dari Simoes (15′), cuma bisa dibalas oleh gol Rildo (72′).
Prancis di Piala Dunia 2002
Nah, ini dia negara yang bernasib nyaris serupa dengan Spanyol di Piala Dunia 2014. Prancis di era akhir 1990-an adalah rajanya sepak bola Eropa dan dunia. Setelah menjuarai Piala Dunia 1998 yang dihelat di negara sendiri–mengalahkan Brasil 3-0 di final, Prancis kemudian menjadi juara Euro 2000 setelah mengalahkan Italia lewat pertandingan menegangkan.
Prancis lolos ke Piala Dunia 2002 dengan sangat meyakinkan. Inilah Piala Dunia pertama yang diadakan di Asia dan Prancis sebagai juara bertahan tergabung di Grup A bersama Denmark, Senegal dan Uruguay. Sepintas, tak sulit bagi Prancis untuk lolos dari grup mudah ini. Tapi yang terjadi justru sebaliknya.
Di partai pembuka, Prancis secara mengejutkan kalah tipis 0-1 dari Senegal. Kekalahan ini menjadi ironi mengingat Senegal banyak diperkuat pemain yang merumput bersama klub-klub Prancis. Di pertandingan kedua Prancis menunjukkan harapan dengan bermain imbang 0-0 melawan Uruguay. Namun Denmark memulangkan Zinedine Zidane cs. dari Korea setelah menyarangkan dua gol ke gawang Fabien Barthez.
Italia vs Slovakia
Para pemain Italia tertegun lesu dengan latar belakang pemain Slovakia yang merayakan kemenangan.
Italia di Piala Dunia 2010
Inilah juara bertahan paling konyol dalam sejarah Piala Dunia. Bayangkan saja, setelah memenangkan Piala Dunia 2006 dengan penuh gaya, Italia justru terpuruk di dasar klasemen grup yang berisi tim-tim lemah! Orang awam pun bisa membandingkan kualitas Italia dengan Slovakia, Paraguay dan Selandia. Eh, kok malah Italia yang tidak lolos!
Bencana Italia langsung dimulai di pertandingan pertama melawan Paraguay. Di atas kertas, skuat Italia jelas lebih berpengalaman dan lebih berkelas dibanding milik Paraguay. Nyatanya, tim asal Amerika Selatan ini sukses menahan imbang juara bertahan dengan skor 1-1.
Di pertandingan kedua, lelucon lebih hebat terjadi ketika Selandia Baru ganti menahan imbang Italia dengan skor identik. Ya, bayangkan saja, Selandia Baru! Negara yang konfederasinya hanya mempunyai jatah 0,5 di Piala Dunia. Tak pelak, hasil seri melawan juara bertahan ini serasa gelar juara dunia bagi para pemain Selandia Baru.
Italia menutup petualangannya di Afrika Selatan dengan kekalahan menyesakkan 2-3 dari Slovakia. Alhasil, di tabel klasemen akhir Grup F Piala Dunia 2010, Italia berada di dasar klasemen dengan poin 2 dan kalah sekali, di bawah Selandia Baru yang mengoleksi 3 poin tanpa terkalahkan.

Komentar

Postingan Populer