Penomena Langka Gerhana Bulan Merah
Fenomena Bulan Merah Darah, Tanda Datangnya Kiamat?
pada Jumat, 11 April 2014 - 09:23 dengan tidak ada komentar

Pada sekitar tanggal 14-15 April 2014 ini, kita akan bisa melihat sebuah
fenomena alam yang unik di langit. Pada hari itu akan terjadi gerhana
bulan. Bukan sekedar gerhana bulan biasa, sebelum tengah malam, satelit
dari planet Bumi itu akan tampak berwarna kemerahan. Fenomena alam luar
biasa ini umumnya disebut dengan blood moon, mengacu pada warna bulan
yang tampak merah seperti darah. Fenomena alam ini dipercaya sebagai
tanda akan datangnya kiamat.
Gerhana yang terjadi pada pertengahan April tersebut akan menjadi
gerhana pertama yang terjadi dari total 4 gerhana bulan berturut-turut.
atau 'tetrad series of eclipses' yang akan terjadi selama tahun 2014.
Empat gerhana berturut-turut seperti ini adalah sebuah peristiwa yang
cukup langka. Peristiwa serupa terakhir kali terjadi pada tahun 2003 dan
2004. Dalam abad ini, diperkirakan akan ada sekitar tujuh kali lagi
peristiwa serupa.
Sejumlah orang meyakini blood moon itu adalah sebuah pertanda buruk.
Beberapa orang mengatakan ini adalah pertanda kiamat sedang sebagian
lainnya mengatakan ini pertanda akan datangnya bencana. Salah satunya
tercantum dalam buku karya John Hagee yang berjudul "Four Blood Moons:
Something Is About to Change" (Worthy Publishing, 2013). Dalam buku
tersebut ia menjelaskan tentang hubungan 4 gerhana dengan ramalan soal
kiamat.
Menurut ilmuwan, adanya orang-orang yang menganggap gerhana bulan
sebagai sebuah pertanda buruk sebenarnya disebabkan mereka tida mengerti
dengan baik mekanisme di balik terjadinya gerhana tersebut. Anggap aneh
seperti ini pernah dialamatkan juga pada Komet Elenin. Komet yang kini
telah mati tersebut dahulu pernah dianggap planet liar Nibiru, yang akan
menabrak dan mengguncang Bumi.
"Sekarang orang tahu bahwa gerhanan seperti itu hanya kejadian normal,
pada siklus tata surya, hal-hal yang telah terjadi secara teratur selama
ribuan tahun dan yang akan terjadi selama ribuan tahun ke depan,"
demikian ujar Geoff Gaherty dari Starry Night Education, seperti dikutip
Bee Inspired dari situs sains SPACE.com.
Dia menambahkan, kaitan antara 'prediksi bencana' dan kejadian astronomi
hanya karangan dari pikiran manusia. "Satu-satunya hal yang terjadi
selama gerhana bulan adalah bahwa Bulan menghabiskan beberapa jam
melewati bayangan Bumi, hampir tidak ada sesuatu yang harus
dikhawatirkan,". "Sebagai pengamat langit yang antusias, saya sedih
mengetahui banyak hal-hal indah di langit seperti gerhana bulan,
dianggap sebagai pertanda bencana," tambah Geoff Gaherty.
Lantas mengapa bulan bisa berwarna merah darah saat fenomena blood moon
terjadi? Gerhana bulan pada dasarnya terjadi saat Bulan melewati
bayangan Bumi. Bayangan Bumi terdiri atas dua bagian, yaitu sebuah inti
gelap yang disebut "umbra," dan bagian luar yang lebih terang yang
disebut "penumbra. Bayangan inti tersebut tidak selalu berwarna hitam,
tergantung bagaimana kondisi atmosfer Bumi yang dilewati cahaya
Matahari, umbra bisa berwarna dari terang tembaga, merah hingga hampir
hitam total. Umbra inilah yang nantinya menutupi bulan dan menyebabkan
bulan terlihat berwarna kemerahan.

Komentar
Posting Komentar